Kamis, 13 Oktober 2011

Asmaul Husna Menggema di Ananda Islamic School

Pagi itu, suara ya Allah, ya Rahman, ya Rahim, ya Malik, ya Qudus dan seterusnya terdengar bersahut – sahutan dan begitu syahdu. Ternyata memang suara yang terdengar dari Mushola Ananda Islamic School yang berada di lantai bawah, membuat suasana setiap Jum’at pagi terasa Indah dan tenang. Setelah melaksanakan sholat dhuha dilanjutkan dengan kuliah Tujuh menit dan diteruskan dengan bersama – sama menggaungkan Asmaul Husna menjadi agenda rutin siswa – siswi Ananda Islamic School. Hal ini diharapkan dapat menjadi pengantar bagi mereka untuk dapat menjadikan Asmaul Husna sebagai pijakan untuk melakukan semua aktivitas, tegas Mr. Endang dan Mr. Pras.

Pembentukan karakter anak bangsa perlu dimulai sejak dini, lanjut Bapak Murdiyono A Latief, SE., Ak., BKP.Ketua yayasan Ananda Dionita. Dalam pembentukan karakter tersebut sangat tergantung pada pendidik, baik di rumah maupun di sekolah, karena pendidikan merupakan proses yang tidak memiliki pangkal kesudahan,“Tuntulah ilmu dari buaian sampai keliang lahat” hadits Nabi menegaskan. Pendidikan menentukan karakter bangsa pada masa kini dan masa yang akan datang, apakah suatu bangsa akan muncul sebagai bangsa pemenang atau bangsa pecundang, sangat tergantung pada kualitas pendidikan yang dapat membentuk karakter anak bangsa tersebut.

Pemerintah saat ini menganjurkan agar pendidikan karakter dihadirkan disetiap sekolah guna mencegah krisis akhlak yang saat ini terasa. Hal tersebut mendapat respon baik dari pihak sekolah Ananda Islamic School yang beralamat di Kalideres, dengan menggaungkan Asmaul Husna dan menerapkannya dalam keseharian

Penerapan Asmaul Husna bertujuan untuk mengingatkan kepada semua siswa bahwa kehidupan ini hanyalah sementara dan fana dan hanya Allah SWT yang kekal adanya. Sehingga mereka harus bersungguh – sungguh dalam belajar demi kebahagian dunia dan akhirat. Dan mampu menjadi anak yang sholeh dan sholehah yang berbakti kepada kedua orang tua. Harapan terbesar dari Ananda adalah mereka mampu menjadi generasi yang cemerlang.

Selasa, 11 Oktober 2011

Pramuka Ananda Islamic School is Begun


Melalui gerakan Pramuka meningkatkan rasa kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, seperti yang dirumuskan Bapak Pramuka Dunia Baden Powell. Sejarah telah mencatat besarnya peranan anggota dan organisasi Pramuka dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pada masa awal kebangkitan nasional, anggota Pramuka (Kepanduan) mempunyai peran besar dalam membangkitkan semangat kebangsaan.

Sekitar tahun 1920-an, anggota pramuka berperan besar dalam menggalang semangat persatuan, demikian juga pada awal kemerdekaan para anggota pramuka berperan besar dalam menggelorakan semangat bela negara.

Menyikapi hal tersebut SD Ananda Islamic School kembali memulai kegiatan kepramukaan di Sekolah. Tepat pada hari Kamis, 6 Oktober 2011 latihan pramuka di mulai. Suasana sukacita tampak dari pancaran wajah para Andika Ananda Islamic School. Pramuka adalah salah satu ekstrakurikuler yang hampir dimiliki oleh setiap sekolah bahkan dalam programnya Diknas DKI Jakarta mewajibkan setiap sekolah untuk memperbanyak program ekstrakurikuler.

Kegiatan pramuka bertujuan untuk melatih fisik, mental dan spiritual para peserta didik dan mendorong mereka untuk melakukan kegiatan positif di masyarakat. Tujuan ini dicapai melalui program latihan dan pendidikan non-formal kepramukaan yang mengutamakan aktivitas praktis di lapangan.

Dengan adanya pramuka sangat berpengaruh tehadap kedisiplinan siswa dan siswi Ananda, tegas Ms. Ari Principal of Ananda Islamic School. Dan dengan adanya pramuka anak – anak akan lebih kreatif dalam segala hal, karena mental mereka benar – benar dilatih untuk berani, jujur, dan bertanggung jawab sesuai dengan Dasa Darrma.

Saya senang mengikuti kegiatan pramuka, Mr! Kata Zahra salah satu siswa Ananda Islamic School. Kegiatannya asyik, belajar dan bermain. Pokoknya, “pramuka is the best, celetus Agung!” Dengan pramuka kita wujudkan generasi pemimpin sejak dini, kata Mr. Abu sebagai koordinator pramuka Ananda.

Senin, 10 Oktober 2011

Every day Intensive English at Ananda Islamic School

   Setiap jiwa yang dilahirkan di dunia memiliki bahasa masing – masing, dari belahan Barat sampai belahan Timur. Namun sampai saat ini bahasa Inggris menempati bahasa dunia pertama dan bahasa Arab menempati bahasa dunia kedua setelahnya. Bahasa merupakan alat komunikasi bagi setiap individu kepada rekan bicaranya. Nah, untuk mampu berkomunikasi di tingkat Internasional SD Ananda Islamic School membiasakan komunikasi itu kepada setiap siswa dan siswinya dari Nursery, Kindergarten, dan Primary.
   Tidak ada siswa yang berbahasa Indonesia selama mereka berada di  lingkungan sekolah. Hal ini juga berlaku kepada para guru. “Language is habit” itulah yang disampaikan Kepala Sekolah Ms. Ariyanti Matondang, M.Pd. kepada siswa – siswi Ananda Islamic School.
   Dengan penerapan yang intensive dan berkesinambungan bahasa apapun bisa di kuasai oleh setiap orang tegas Mr. Endang Maryana, S.S. pelopor bahasa Arab dilingkungan SD Ananda Islamic School. Dimana bahasa Arab menempati bahasa kedua setelah bahasa Inggris yang diwajibkan setiap jum’at.  Tak ketinggalan bahasa Mandarin juga hadir menghiasi suasana percakapan di SD Ananda karena memang terdapat materi bahasa Mandarin yang diajarkan. Pengajarnya pun langsung didatangkan dari Singapura.
   SD Ananda Islamic School menerapkan pembiasaan bahasa  dengan harapan para siswa dan siswi mampu aktif dalam percakapan maupun tulisan. Adapun penunjang dari pembiasaan tersebut yaitu dengan dihadirkan native speaker, Mr. Adam dari EF yang saat ini bekerjasama dengan SD Ananda Islamic School.
   “Kuasailah bahasa suatu kaum maka kamu akan selamat” inilah kata mutiara yang memberikan motivasi kepada semua siswa untuk terus meningkatkan bahasa mereka. I can, You can, We can.

Pencak Silat/Matrial Art SD Ananda Islamic School

                Silat merupakan seni beladiri asli Indonesia. Silat mampu berkembang saat ini karena terus dilestarikan oleh generasinya. Dan saat ini di Ananda Islamic School pun ikut serta melestarikan silat/Matrial Art. Matrial Art merupakan ekstrakurikuler wajib yang harus diikuti oleh setiap siswa dan siswi Ananda Islamic School. Adapun kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Rabu.
                Semua siswa dan siswi wajib mengikuti silat agar mereka memiliki mental yang baik dan mampu menjaga diri dari orang – orang yang memiliki niatan tidak baik kepada mereka. Disamping itu juga mereka dapat menyalurkan bakat seni beladirinya di ekstrakurikuler pencak silat.
                Silat bukan untuk menyombongkan diri tapi dengan pencak silat kita lebih rendah hati atau tawadhu’, tidak sombong, tidak angkuh, dan tidak merendahkan orang lain. Sebagai motto siswa dan siswi Ananda Islamic School “Dengan Matrial Art/Pencak Silat aku menjadi kuat, degan iman dan akhlak aku menjadi hebat”.

 

Rabu, 05 Oktober 2011

Math Mengawali Mid Test 1 di SD Ananda Islamic School


“Dengan ujian seseorang akan mulia atau hina” kata – kata mutiara ini menjadi motivasi bagi setiap siswa dan siswi SD Ananda Islamic School yang sedang melaksanakan Mid Tes 1 tahun pelajaran 2011/2012.

Terpancar wajah riang dari mereka karena satu minggu kedepan tidak membawa buku yang berjumlah banyak yaitu hanya membawa buku yang diujikan pada hari itu saja. Dan pada minggu ini pula mereka akan pulang lebih awal dari hari – hari biasa yakni pukul 11.00WIB, karena hari biasa atau pembelajaran aktif mereka pulang pukul 13.30 WIB.

Mid Test satu diawali dengan mata pelajaran Math , sesuai dengan materinya maka Math menggunakan bahasa Inggris yang merupakan bahasa pengantar dalam pembelajaran tersebut. Sedangkan materi Matematika juga tetap diajarkan akan tetapi menggunakan bahasa Indonesia. Ananda Islamic School menerapkan pembelajaran untuk tingkat primary yaitu 70% menggunakan bahasa Inggris yang meliputi mata pelajaran English ( grammar, listening, speaking, reading & phonics, vocabulary & spelling, science, math, and computer.

Adapun materi Diknas seperti Bahasa Indonesia, Matematika, PKPS, Pendidikan Agama tetap menggunakan bahasa Indonesia atau presentasinya untuk pengantar bahasa Indonesia 30%. Nah, dengan demikian Ananda Islamic School hadir meyuguhkan pendidikan plus atau lebih trendnya saat ini disebut dengan Sekolah Nasional Plus.

Minggu, 05 Desember 2010

Tanah Tingal Field Trip

TANAH TINGAL

HERE WE COME !!!

KG students of Ananda Islamic School had a field trip on Friday, 26th November 2010. Everybody was excited to go to Tanah Tingal to experience being “Petani Cilik”

When we arrived there, we had a welcome snack and drink. Then the children were divided into three groups; Kura-kura, Harimau & Bintang. They were led by kakak-kakak from Tanah Tingal. At first, the children decorated the caping, then they did the activities differently according to their group. They caught the fish, bathed the buffalo, pounded paddy, did gebyok, and pasted
the seeds. The children did not feel reluctant to go into the fish pond and were not afraid to bathe the buffalo eventhough there were some stud
ents who refused to do so.

The children were happy when they were able to catch the fish and put it into the jar. After bathing time, children, teachers and parents had lunch together. It was raining in there so we had to wait until the rain stopped. We all boarded the bus though it was still drizzling, but fortunately the children had the caping with them. Our little ones went home exhausted, even some of them fell a sleep in the bus.

Rumah Dancow Field Trip

By: Nursery Shafa & Marwa

Wednesday, 10th November 2010 was the most awaited day for Nursery Children! It was the day of their educational trip to Rumah Dancow at Gandaria Jakarta Selatan. The children arrived to school with smile on theirfaces.They had gathering in the hall first with Ms. Lula & Ms. Iin. We went there by bus. The children sat at the front seats and the parents at the back seats. The children were very excited through the journey. We left at 08.45 a.m and arrived there around 10.15 a.m. We were welcomed warmly by Rumah Dancow staff.

Rumah Dancow provided a lot of activities. The children were divided into 2 groups. At first the parents consulted about their children growth. Then we went to story telling room, Music room, Gym room, Indoor playground and Art room. The children really enjoyed and had the fun with all the activities. It was time to leave at 01.30 p.m. We thought the children felt tired and would sleep in the bus, in fact they prefers to chat with their friends. We were really proud to our Nursery Children for being independent throughout the trip.